Omelete sandwich ala Dapur Harum

DSC_5899 copy

Kesibukan manusia perkotaan saat ini mengharuskan mereka berlomba-lomba keluar rumah menjemput rejeki dari pagi hingga petang bahkan malam. Biasa kita sebut P4 (pergi pagi pulang petang), asal jangan sampai P7 ya (pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan) hehe, kan kasihan keluarganya juga. Mereka yang pintar memanage waktu, tentu saja dapat menyempatkan diri untuk mengolah bahan makanan menjadi menu sarapan setiap harinya. Dan tentu saja semoga bisa menyempatkan diri untuk mengurus anak-anaknya terlebih dahulu sebelum berangkat kerja. Tapi bagaimana dengan mereka yang selalu terburu-buru seperti dikejar-kejar waktu? Bagaimana sarapan mereka? Apalagi jika mereka itu seorang laki-laki muda yang pengetahuan dapurnya hanya sebatas merebus mie instan saja, hehe.

Dear food lovers, kali ini Dapur Harum akan sedikit memberikan resep olahan sarapan untuk mereka yang hanya mempunyai waktu sedikit di pagi harinya sebelum berangkat kerja. Menu kali ini dapat diciptakan oleh istri saya dalam waktu 15 menit.

Inilah Omelete Sandwich hasil kreasi Dapur Har (more…)

Say love with cooking (introducing : Dapur Harum)

istriku juara copy

Jemarinya begitu “lanyah” bergerilya di medan pertempuran yang kecil, sebuah dapur berukuran 150 x 120 cm dengan meja dapur keramik sebagai alas kompor gas 2 perapian. Di sebelahnya wastafel, tempatnya membersihkan secara teliti helai demi helai sayuran, mencincang-cincang daging, membersihkan ikan. Sementara di depannya, “senjata tempurnya” bergantungan; wajan teflon, panci, sothil, saringan, parutan, sendok takar, sendok garpu, spatula, dan lain-lainnya. Meriah sekali bergemerincing untuk dapur sekecil ini, maklumlah lemari di belakangnya sudah penuh juga dengan perlengkapan tempurnya. Katanya pada saya suatu hari,

“Mas, rumah kita nanti, pokoknya bikin dapur yang gede ya, outdoor..tapi panci, wajan, alat-alat dapur dan lainnya digantung-gantung di atas biar gampang ngambilnya.”

Masih dalam ikhtiar menjemput rejeki untuk memiliki rumah sendiri, tapi paling tidak sudah mencicil dengan peralatan masak yang beraneka rupa di dapur. Kebiasaan mengumpulkan peralatan masak yang tak jarang membuat kami saling beradu mulut di pusat perbelanjaan. Tapi saya akui, saya selalu kalah, hehe.

Alhamdulillah Alloh mempertemukan kami menjadi halal tepat setahun lalu. Akan menjadi sebuah cerita yang panjang jika saya menulis kisah tentang kami, hehe. Istri saya suatu saat mengeluh,

“Mas, adek kenal mas yang dulu itu karena tulisan-tulisan dan blog mas, kenapa sekarang jarang menulis?”

“Jlebb”

Baiklah, saya pernah menjadi seorang blogger dan jiwa itu masih ada. Tak akan pernah hilang jiwa menulis itu, hanya setahun ini sedang bersembunyi saja. Sekarang, memasaklah..dan suamimu ini akan menuliskan tentang masakan-masa (more…)

Ulasan Everest..#2 The Business

Silakan baca Ulasan Everest..#1 Intro di sini

…….venture Consultants, menuliskan dalam bukunya pada tahun 2014 “After the Wind : 1996 Everest Tragedy-One Survivor’s Story.

***

Tidak cukup durasi film 2 jam untuk menceritakan kisah nyata berdurasi 2 bulan. Diawali dengan berkumpulnya para klien Adventure Consultants ke Kathmandu untuk ekspedisi. Saat itu bulan April 1996, musim ramai pendakian Everest. Para agen ekspedisi berlomba-lomba menghadirkan para klien ke Nepal. Termasuk Mountain Madness yang dipimpin oleh Scott Fischer dengan guide handalnya, Anatoli Boukreev dan Neal Beidleman. Rob Hall memimpin Adventure Consultants sendirian pasca kecelakaan yang menewaskan sahabatnya Gary Ball di Dhaulagiri. 2 orang guide mendampinginya, Andy Harris dan Michael Groom. Di tahun 90’an memang masa berkembangnya agen-agen ekspedisi. Everest pun semakin ramai. Harga mahal bukan halangan bagi calon pendaki Everest, bahkan bagi mereka yang belum punya skill di gunung es. 65.000 dollar mereka bayarkan kepada para agen, untuk sesuatu yang bagi orang awam mungkin dianggap menyiksa tubuh sendiri. Tak masalah, Triumph on Everest adalah impian mereka.

Tapi satu hal, ” Mountain always win”.

” Climbing today is not only mainstream, it is business, and with that comes the rising tendency for climbing decisions to be business decision as well.”

~ Christian Beckwith ~
(Kata pengantar dari editor American Alpine Journal pada buku “The Climb – Anatoli Boukreev” 1997)

***

Wajah baru di Everest, bisnis pendakian gunung. Nepal, negara dunia ketiga, mulai ramai dikunjungi. Himala (more…)

Ulasan Everest..#1 Intro

Mereka berfoto-foto di atas puncak-puncak dunia. Mengibarkan bendera negaranya. Bersujud syukur atas keberhasilan mereka mencapai puncak setelah perjuangan berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Keberhasilan mereka mencapai puncak bukan berarti mereka akan turun dengan selamat. Hampir sebagian besar kecelakaan yang mengakibatkan kematian pendaki gunung terjadi saat pendaki turun dari puncak.

“Getting to the top is optional. Getting down is mandatory.”

~ Ed Viesturs ~

Perjalanan manusia dari tahun ke tahun mencapai titik-titik ketinggian dunia diwarnai kelam oleh banyak tragedi/kecelakaan para ekspeditornya. Sejarah mencatatkan Mount Everest sebagai salah satu tempat yang menjadi saksi puluhan manusia berusaha survive/bertahan hidup di antara oksigen tipis sebelum akhirnya mati dan menempati kuburan tertinggi di dunia. Setiap 4 orang yang melakukan Everest summit attack, 1 orang mati membeku di atas, sementara 3 orang selamat turun ke bawah. Jari-jari tangan dan kaki yang diamput (more…)

Sampan Berlabuh

ika nurhafni & jarody hestu nugroho

ika nurhafni & jarody hestu nugroho

Yaa habibi,
..sementaranya dunia ini denganmu sebagai makmumku.
..selamanya akhirat itu denganmu sebagai calon bidadari surgaku.
in shaa Alloh.

Seketika rintik hujan turun dari langit kepada tanah basah,
seketika itu pula do’a-do’a terijabah.
Do’a-do’a yang terhantar ketika lewat tengah malam,
saat kita saling bicara dalam diam.

Entah kapan sampan berlabuh.
Di daratan mana akan kutempuh.
Tak tahu apakah dayung terjatuh.
Mungkin ombak berlalu riuh.

Entah siapa yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz,
satu shaf di belakang sebagai makmumku.

Seperti rintik hujan yang bertemu tanah basah,
seperti kita sekarang dipertemukan dalam cinta yang halal.
Di hari ini ketika Alloh menjadi saksi perjanjian suci ini,
dalam Mitsaqon Gholidzo ini aku memilihmu.

Tak pernah memilih lebih,
cukup seorang perempuan yang biasa saja,
rumah yang biasa saja,
namun yang bersama-sama satu tujuan.
Hidup bersama di dunia dan jannahNYA.
Aku akan menjadi pakaian untukmu,
dan kau akan menjadi pakaian untukku.

~ imam dunia akhiratmu
8 Muharrom 1436 H

Menghitung VO2 max

Menghitung VO2 max.

Apa itu VO2max ?
Menurut wikipedia VO2 max is the maximum rate of oxygen consumption as measured during incremental exercise, most typically on a motorized treadmill.

Secara sederhana diartikan sebagai volume maksimal oksigen (O2) yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan aktivitas fisik yang intensif.

Menghitung VO2 max secara sederhana dapat dilakukan dengan bantuan alat.
1. Stopwatch
2. Lintasan lari yang sudah ada ukurannya.

Lalu larilah selama 15 menit di lintasan tersebut. Hitung jarak yang ditempuh selama 15 menit tersebut.

Di Indonesia biasanya memakai rumus Rumus Horwill (metode lari 15 menit)
(((Total jarak 15 menit / 15) – 133) × 0,172) + 33,3

Beberapa hari yang lalu iseng-iseng mengukur di bundaran besar GSP UGM. 1 bundaran GSP UGM memiliki keliling 780 meter

3 putaran ditempuh 12 menit 51 detik, avg speed (10,92 km/h)
2340 meter = 12,85 menit
2731,52 meter = 15 menit

VO2max = (((2731,52/15)-133) x 0,172) + 33,3
= 41,75 masih jelek, hehe

Di luar negeri banyak memakai COOPER TEST. Dalam test ini kita berlari maksimal selama 12 menit saja.

Lalu hitung VO2 max-nya dengan rumus COOPER TEST : (dengan satuan ml/kg/min.)
VO2max = Jarak yang ditempuh (meter) – 504.9) / 44.73.

Ada lagi cara mengukur VO2 max dengan cara tes kebugaran dengan cara memperbandingkan denyut nadi ketika istirahat dan setelah aktifitas tinggi.

Seorang atlet, khususnya pemain bola biasanya mempunyai VO2 max di atas 50.

Berapa VO2 max Anda, silakan berlari. Dan tingkatkan.

jogja, 21 april 2014
be brave
~ hestu

Profil Guide : Jarody Hestu

PROFIL GUIDE

jarody hestu

Nama            : Jarody Hestu
Golongan darah        : A Rhesus + (positif) – donor aktif
Domisili            : Bantul – Daerah Istimewa Yogyakarta
Alamat            : Dusun Tosoran, Desa Wisata Kebonagung – Imogiri, Bantul, DIY
Instansi         : CV. Equator Sinergi Indonesia
Posisi            : Founder, volcano guide (pemandu wisata gunung), tour manager
Organisasi        : Mapala Satu Bumi Fakultas Teknik UGM
E-mail            : info@equator-indonesia.com
Mobile phone        : +62 81 328173781
Whatsapp        : +62 857 02096925
Facebook        : Jarody Hestu
Twitter            : @jarodyhestu
Instagram        : @jarodyhestu

STATISTIK 

Jangka waktu        : 2007 – 2015
Jumlah proyek         : 77 proyek volcano guide
Jumlah klien         : 430 klien
Klien domestik        : 211 orang
Klien luar negeri    : 219 orang
Klien Eropa        : 55 orang
Klien Amerika        : 19 orang
Klien Australia        : 10 orang
Klien Afrika        : 1 orang
Klien Asia        : 134 orang
Negara teraktif        : Malaysia (119 orang)
Tahun teraktif        : 2012 (14 proyek – 78 klien)
Proyek tersering    : Gunung Merapi (26 kali)
Proyek terjauh        : Gunung Tambora

PENGALAMAN  GUIDE

2007

(more…)

indonesiawayang.com

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Wayang Ku

Satu blog untuk wayang-wayangku

PALESTINE FROM MY EYES

Peaceful resistance in the form of drawings and writings from Gaza, Palestine

_matahari terbit_

penuh smangaD fajar

cerita ikan

I'm nourish

scriptamanent

"verba volant, scripta manent"

WORDS FLOW

setiap pengalaman pantas untuk diingat

krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

kalifadani

Yogi but Punk!

Dongeng Geologi

Geologi Lingkungan, Energi dan Kebencanaan